<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>disini ada info</title>
	<atom:link href="http://www.disiniada.info/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.disiniada.info</link>
	<description>banyak informasi ada disini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Nov 2009 04:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aksi Pendukung Kapolri Hanya Perburuk Citra Kepolisian</title>
		<link>http://www.disiniada.info/aksi-pendukung-kapolri-hanya-perburuk-citra-kepolisian.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/aksi-pendukung-kapolri-hanya-perburuk-citra-kepolisian.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Nov 2009 03:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Detiknews.com &#8211; Massa pendukung Kapolri meneror aksi Kompak di Bundaran HI. Hal ini dinilai hanya menambah buruk citra polisi di mata masyarakat.
&#8220;Sudah sedemikian parahkah kecerdasan Polri sehingga tidak mau berfikir kreatif untuk memperbaiki citranya,&#8221; kritik Wakil Ketua Majelis Pakar PPP Lukman Hakiem, dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Minggu (29/11/2009).
Lukman menilai, teriakan-teriakan garang yang mengancam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-526 alignleft" title="dukung kapolri" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/dukung-kapolri-150x150.jpg" alt="dukung kapolri" width="150" height="150" />Detiknews.com &#8211; Massa pendukung Kapolri meneror aksi Kompak di Bundaran HI. Hal ini dinilai hanya menambah buruk citra polisi di mata masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sudah sedemikian parahkah kecerdasan Polri sehingga tidak mau berfikir kreatif untuk memperbaiki citranya,&#8221; kritik Wakil Ketua Majelis Pakar PPP Lukman Hakiem, dalam pesan singkat yang diterima detikcom,<span id="more-525"></span> Minggu (29/11/2009).</p>
<p>Lukman menilai, teriakan-teriakan garang yang mengancam seperti ditujukan para &#8216;pendukung Kapolri&#8217; jelas menunjukan rendahnya budaya mereka. Menurutnya, Demokrasi harus dibangun dengan akal sehat bukan dengan tekanan dan ancaman.</p>
<p>&#8220;Kebenaran tidak akan menyerah kepada ancaman apapun,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lukman pun meminta agar polisi segera mengklarifikasi jika aksi ini bukan massa bayaran polisi.</p>
<p>&#8220;Jika mereka bukan massa bayaran polisi, polisi harus segera mengklarifikasi, jika tidak citra polisi makin terpuruk,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>via : id.yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/aksi-pendukung-kapolri-hanya-perburuk-citra-kepolisian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Demo, Panggung Cicak Diduduki Satpol PP</title>
		<link>http://www.disiniada.info/mau-demo-panggung-cicak-diduduki-satpol-pp.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/mau-demo-panggung-cicak-diduduki-satpol-pp.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 03:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews &#8211; Massa &#8216;Cinta Indonesia, Cinta KPK (Cicak)&#8217; berniat melakukan aksi panggung seperti minggu-minggu sebelumnya dengan menghadirkan sejumlah artis di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Tapi, aksi reguler Cicak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) itu harus puas tanpa panggung, kali ini.
&#8220;Sejak semalam panggung kami sudah diduduki Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-516 alignleft" title="Cicak" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/Cicak-150x150.jpg" alt="Cicak" width="150" height="150" />VIVAnews &#8211; </strong>Massa &#8216;Cinta Indonesia, Cinta KPK (Cicak)&#8217; berniat melakukan aksi panggung seperti minggu-minggu sebelumnya dengan menghadirkan sejumlah artis di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Tapi, aksi reguler Cicak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) itu harus puas tanpa panggung, kali ini.</p>
<p>&#8220;Sejak semalam panggung kami sudah diduduki<span id="more-515"></span> Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) dan polisi,&#8221; kata anggota Indonesia Corruption Watch (ICW) Illian Deta Arta Sari, Minggu 29 November 2009. &#8220;Tadinya mau menghadirkan sejumlah artis, tapi batal.&#8221;</p>
<p>Penggiat antikorupsi lainnya, Usman Hamid, mengatakan izin pengunaan panggung sudah dilayangkan ke polisi sejak Kamis lalu. Hingga kemarin, kata dia, polisi masih mengizinkan aksi tersebut. &#8220;Tapi tadi malam, tiba-tiba dilarang dengan alasan ada panggun lain,&#8221; kata Usman.</p>
<p>Panggung lain itu, kata Usman, adalah panggung peresmian Stasiun Pemantau Udara oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. &#8220;Panggung ini hanya sampai jam 7 pagi tadi. Mengapa kami tidak diperbolehkan,&#8221; kata Usman.</p>
<p>Kompak, kata Koordinator Kontras ini, bukan masyarakat pengganggu. &#8220;Kami hanya meneriakkan perlunya Indonesia bebas dari korupsi. Karena korupsilah, masyarakat Indonesia tak sejahtera.&#8221;</p>
<p>Akhirnya, massa Cicak hanya berorasi di pinggir jalan Bundaran HI sambil mengenakan baju adat dari sejumlah provinsi di Indonesia, diantaranya Irian dan Manado seraya menyanyikan sejumlah lagu nasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/mau-demo-panggung-cicak-diduduki-satpol-pp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Anggota LPSK Belum Bisa Dinonaktifkan&#8221;</title>
		<link>http://www.disiniada.info/anggota-lpsk-belum-bisa-dinonaktifkan.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/anggota-lpsk-belum-bisa-dinonaktifkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 03:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kausu KPK]]></category>
		<category><![CDATA[LPSK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa menilai semua anggota LPSK belum bisa dinonaktifkan. Pasalnya, belum ada dasar hukum yang sah.
Hal ini menanggapi penonaktifan dirinya selama pemeriksaan kode etik berlangsung terkait rekaman suara dirinya dengan pengusaha Anggodo Widjojo
Ketut menjelaskan dasar hukum kode etik itu hanya ditandatangani oleh Ketua LPSK [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-523 alignleft" title="anggota lpsk" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/anggota-lpsk-150x150.jpg" alt="anggota lpsk" width="150" height="150" />VIVAnews -</strong> Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa menilai semua anggota LPSK belum bisa dinonaktifkan. Pasalnya, belum ada dasar hukum yang sah.</p>
<p>Hal ini menanggapi penonaktifan dirinya selama pemeriksaan kode etik berlangsung terkait<strong> rekaman suara dirinya dengan pengusaha Anggodo Widjojo<span id="more-520"></span></strong><strong></strong></p>
<p><strong></strong>Ketut menjelaskan dasar hukum kode etik itu hanya ditandatangani oleh Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai. Padahal, sedari awal, kata dia, keputusan LPSK harus ditandatangi ketujuh anggota LPSK.</p>
<p>&#8220;Posisi kami bertujuh ini kan sebenarnya sejajar. Satu kelas,&#8221; kata Ketut seperti dikutip dari TVone, Jumat 27 November 2009. &#8220;Sebagai pembantu presiden. Masak sesama pembantu saling menonaktifkan.&#8221;</p>
<p>Dengan demikian, kata dia, pemberhentian atau penonaktifan anggota LPSK merupakan kewenangan presiden.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Mahkamah Konstitusi memutar rekaman hasil sadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas Anggodo Widjojo&#8211;adik tersangka koruptor Anggoro Widjojo.</p>
<p>Ketut mengakui adanya komunikasi itu. Namun, ia mengaku hubungan telepon itu untuk menindaklanjuti permohonan Anggodo agar LPSK melindungi kakaknya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/anggota-lpsk-belum-bisa-dinonaktifkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wakil Ketua LPSK: Saya Tak Tahu Dinonaktifkan</title>
		<link>http://www.disiniada.info/wakil-ketua-lpsk-saya-tak-tahu-dinonaktifkan.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/wakil-ketua-lpsk-saya-tak-tahu-dinonaktifkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 14:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=509</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa mengaku tidak tahu kalau dirinya dinonaktifkan.
&#8220;Tidak ada yang memberitahu saya,&#8221; kata dia seperti dikutip dari TVone, Jumat 27 November 2009.
Dia malah mempertanyakan penoaktifan dirinya oleh Pimpinan LPSK. &#8220;Kami bertujuh diangkat oleh presiden. Kami ini semua pembantu presiden. Masa sesama pembantu memberhentikan,&#8221; kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-511 alignleft" title="wakil lpsk" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/wakil-lpsk-150x150.jpg" alt="wakil lpsk" width="150" height="150" />VIVAnews </strong>- Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) I Ketut Sudiharsa mengaku tidak tahu kalau dirinya dinonaktifkan.</p>
<p>&#8220;Tidak ada yang memberitahu saya,&#8221; kata dia seperti dikutip dari TVone, Jumat 27 November 2009.</p>
<p>Dia malah mempertanyakan penoaktifan dirinya oleh Pimpinan LPSK. &#8220;Kami bertujuh diangkat<span id="more-509"></span> oleh presiden. Kami ini semua pembantu presiden. Masa sesama pembantu memberhentikan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Penonaktifan Ketut berkaitan dengan <a href="http://korupsi.vivanews.com/news/read/103139-transkrip_rekaman_anggodo___wakil_ketua_lpsk"><strong>rekaman hasil sadapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) antara Ketut dengan pengusaha Anggodo Widjojo.</strong></a> Rekaman ini kemudian diputar di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa 3 November lalu.</p>
<p>Ketut mengakui kebenaran sadapan itu. Namun, kata dia, percakapan itu terkait permohonan Anggodo agar LPSK melindungi kakaknya, Anggoro Widjojo.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/wakil-ketua-lpsk-saya-tak-tahu-dinonaktifkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sikap Kejagung Pertaruhkan Kewibawaan Presiden</title>
		<link>http://www.disiniada.info/sikap-kejagung-pertaruhkan-kewibawaan-presiden.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/sikap-kejagung-pertaruhkan-kewibawaan-presiden.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Detiknews.com &#8211; Jakarta &#8211; Presiden SBY jelas-jelas meminta agar persoalan Bibit-Chandra tidak sampai dibawa ke pengadilan. Namun yang terjadi, Kejagung justru mengulur-ngulur waktu. Apa yang ditunjukkan Kejagung dinilai mempertaruhkan kewibawaan Presiden.  &#8220;Sikap itu mempertaruhkan kewibawaan Presiden,&#8221; kata Direktur Reform Institute Yudi Latief saat dihubungi, Kamis (26/11/2009).  Yudi mengkritisi sikap Kejagung yang belum juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-thumbnail wp-image-506 alignleft" title="sby2-dalam" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/sby2-dalam-150x150.jpg" alt="sby2-dalam" width="150" height="150" />Detiknews.com &#8211; Jakarta &#8211; Presiden SBY jelas-jelas meminta agar persoalan Bibit-Chandra tidak sampai dibawa ke pengadilan. Namun yang terjadi, Kejagung justru mengulur-ngulur waktu. Apa yang ditunjukkan Kejagung dinilai mempertaruhkan kewibawaan Presiden.  &#8220;Sikap itu mempertaruhkan kewibawaan Presiden,&#8221; kata Direktur Reform <span id="more-505"></span>Institute Yudi Latief saat dihubungi, Kamis (26/11/2009).  Yudi mengkritisi sikap Kejagung yang belum juga menghentikan kasus tersebut. Ia menduga ada beberapa kemungkinan Kejagung bersikap seperti itu.  &#8220;Kejagun</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/sikap-kejagung-pertaruhkan-kewibawaan-presiden.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IPW: Ito Hasil Kompromi Kapolri dengan Susno</title>
		<link>http://www.disiniada.info/ipw-ito-hasil-kompromi-kapolri-dengan-susno.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/ipw-ito-hasil-kompromi-kapolri-dengan-susno.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:01:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat kepolisian dari Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan, naiknya Koordinator Staf Ahli Kapolri Irjen Ito Sumardi sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) menggantikan Komjen Susno Duadji merupakan hasil kompromi Kapolri dengan Susno.
&#8220;Susno mau lengser menjadi Kabareskrim jika yang menggantikan adalah sahabatnya yang tidak lain adalah Ito, dan Kapolri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-501 alignleft" title="142628p" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/142628p-150x150.jpg" alt="142628p" width="150" height="150" />JAKARTA, KOMPAS.com</strong> — Pengamat kepolisian dari Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengatakan, naiknya Koordinator Staf Ahli Kapolri Irjen Ito Sumardi sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) menggantikan Komjen Susno Duadji merupakan hasil kompromi Kapolri dengan Susno.</p>
<p>&#8220;Susno mau lengser menjadi Kabareskrim jika yang menggantikan adalah <span id="more-500"></span>sahabatnya yang tidak lain adalah Ito, dan Kapolri menyetujui hal itu,&#8221; kata Neta di Jakarta, Selasa (24/11) malam.</p>
<p>Ketua Presidium IPW itu mengatakan, karena Ito adalah hasil kompromi, hampir dipastikan tidak banyak membawa pengaruh terhadap kinerja reserse Polri.</p>
<p>&#8220;Susno dan Ito adalah teman akrab. Sama-sama lulus Akademi Kepolisian pada 1977 dan pergi bertugas bersama di Bosnia pada 1980-an saat Pak Harto menjadi Presiden,&#8221; katanya.</p>
<p>Ito, kata Neta, juga kurang banyak berpengalaman di bidang reserse karena lebih banyak tertugas di fungsi lalu lintas. &#8220;Susno dulu juga banyak bertugas di lalu lintas dibandingkan dengan reserse,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Yang membedakan keduanya hanyalah Ito pernah dua kali menjadi Kapolda, sedangkan Susno hanya sekali sebelum menjadi Kabareskrim. Ito pernah menjadi Kapolda Riau dan Sumsel, sedangkan Susno Kapolda Jabar.</p>
<p>IPW juga menyoroti masalah yang pernah membelit Ito saat menjadi Kapolda Riau dan Sumsel. Ito pernah diperiksa Inspektorat Pengawasan Umum serta Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2008 karena diduga membiarkan judi saat menjadi Kapolda Riau.</p>
<p>&#8220;Akibatnya, Ito dicopot dari Kapolda Sumsel saat jadi Kapolda Riau. Ini yang aneh. Orang baru dicopot jadi Kapolda kok dinaikkan jadi Kabareskrim,&#8221; ujar Neta.</p>
<p>Naiknya Ito juga tidak menjadi cermin sistem kaderisasi di tubuh Polri karena Ito dan Susno sama-sama satu angkatan.</p>
<p>&#8220;Harusnya yang jadi Kabareskrim adalah jenderal yang lebih muda. Apa tidak ada jenderal lain. Masih banyak perwira tinggi yang muda dan berpengalaman di reserse,&#8221; katanya.</p>
<p>Mabes Polri di Jakarta pada Selasa malam mengumumkan penggantian Susno menyusul desakan dari berbagai kalangan karena dianggap ikut bertanggung jawab atas kasus pemidanaan Bibit-Chandra yang diduga direkayasa.</p>
<p>Dua pimpinan (nonaktif) Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, dijadikan tersangka kasus penyalahgunaan wewenang saat Bareskrim dipimpin Susno.</p>
<p>Kasus rekayasa terkuak ketika Mahkamah Konstitusi memutar rekaman berisi rekayasa untuk memidanakan Bibit-Chandra.</p>
<p>Mereka bahkan sempat ditahan selama empat hari, tetapi dilepaskan karena mendapatkan kecaman dari masyarakat, tokoh politik, dan tokoh nasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/ipw-ito-hasil-kompromi-kapolri-dengan-susno.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>A5HTUJ8H2K8N</title>
		<link>http://www.disiniada.info/a5htuj8h2k8n.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/a5htuj8h2k8n.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/a5htuj8h2k8n.html</guid>
		<description><![CDATA[A5HTUJ8H2K8N
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A5HTUJ8H2K8N</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/a5htuj8h2k8n.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alasan Polri Mencopot Susno Duadji</title>
		<link>http://www.disiniada.info/alasan-polri-mencopot-susno-duadji.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/alasan-polri-mencopot-susno-duadji.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 15:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kaus KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Susno Duadji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews - Malam ini, Selasa 24 November 2009, Komisaris Jenderal Susno Duadji harus melepas jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri. Dia digantikan Ito Sumardi, yang malam ini pangkatnya dinaikan menjadi Komisaris Jenderal.
Mengapa Susno diganti? Menurut Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, pergantian Susno dan 24 perwira tinggi dalam rangka tour of duty [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-493 alignleft" title="Susno Duadji" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/Susno-Duadji-150x150.jpg" alt="Susno Duadji" width="150" height="150" />VIVAnews </strong>- Malam ini, Selasa 24 November 2009, Komisaris Jenderal Susno Duadji harus melepas jabatannya sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri. Dia digantikan Ito Sumardi, yang malam ini pangkatnya dinaikan menjadi Komisaris Jenderal.</p>
<p>Mengapa Susno diganti? Menurut Juru Bicara Polri, Inspektur Jenderal Nanan Soekarna, pergantian Susno dan 24 perwira tinggi dalam<span id="more-492"></span> rangka <em>tour of duty</em> dan <em>tour of area</em>.</p>
<p>&#8220;Juga bagian untuk mengakomodir area reposisi,&#8221; kata Nanan di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa 24 November 2009.</p>
<p>Apakah ini bagian dari sanksi oleh Inspektur Pengawasan Umum Polri? Nanan mengaku tidak tahu. &#8220;Saya <em>nggak </em>tahu, yang pasti tadi malam ada Wanjakti [Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi],&#8221; tambah dia.</p>
<p>Sampai malam ini Susno Duadji belum bisa dimintai konfirmasi. Telepon genggamnya tak aktif ketika <strong><em>VIVAnews</em></strong> mencoba menghubunginya.</p>
<p>Sebelumnya, dalam pidatonya Senin (23/10) malam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk melakukan penertiban, pembenahan dan perbaikan di institusinya masing-masing berkaitan dengan kasus ini.</p>
<p>&#8220;Saya sungguh berharap KPK juga melakukan hal yang sama di institusinya,&#8221; ujar SBY.</p>
<p>Salah satu rekomendasi Tim 8 yang diketuai Adnan Buyung Nasution adalah pembebastugasan Susno Duadji dan reposisi sejumlah pejabat di kepolisian dan kejaksaan. Susno sendiri, saat Tim 8 bekerja, memang nonaktif, namun segera aktif kembali setelah mandat Tim 8 untuk bekerja selama dua minggu selesai.</p>
<p>Susno Duadji adalah salah satu pejabat yang disebut dalam rekaman telepon Anggodo Widjojo yang diputar ulang dalam sidang Mahkamah Konstitusi. Rekaman itu menerbitkan dugaan Anggodo merancang rekayasa kasus atas dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah.</p>
<p>Bibit-Chandra sendiri dikenakan pasal penyalahgunaan wewenang oleh kepolisian, lalu sempat ditahan. Begitu ditahan, muncul gerakan publik mendesak pembebasan Bibit-Chandra sehingga Presiden lalu memutuskan membentuk Tim 8 untuk memverifikasi fakta dan proses hukum kasus itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/alasan-polri-mencopot-susno-duadji.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teten: Reposisi Kapolri &amp; Jaksa Agung Penting</title>
		<link>http://www.disiniada.info/teten-reposisi-kapolri-jaksa-agung-penting.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/teten-reposisi-kapolri-jaksa-agung-penting.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 01:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Century]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[VIVAnews - Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia  (TII), Teten Masduki, berharap presiden tak mengingkari rekomendasi Tim Delapan. Salah satu poin penting yang harus dilaksanakan adalah terkait reposisi personel di institusi penegak hukum.
Teten sangat berharap presiden bertindak tegas menjatuhkan sanksi dengan mereposisi jabatan Kepala Kepolisian RI, Jaksa Agung, dan Kepala Kepolisian Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.
&#8220;Reposisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-489 alignleft" title="Teten Masduki" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/Teten-Masduki-150x150.jpg" alt="Teten Masduki" width="150" height="150" />VIVAnews </strong>- Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia  (TII), Teten Masduki, berharap presiden tak mengingkari rekomendasi Tim Delapan. Salah satu poin penting yang harus dilaksanakan adalah terkait reposisi personel di institusi penegak hukum.</p>
<p>Teten sangat berharap presiden bertindak tegas menjatuhkan sanksi dengan mereposisi jabatan Kepala Kepolisian RI<span id="more-488"></span>, Jaksa Agung, dan Kepala Kepolisian Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.</p>
<p>&#8220;Reposisi itu sangat penting, Kapolri dan Jaksa Agung sebagai pimpinan lembaga harus diganti begitu juga anak buahnya, seperti Susno Duaji,&#8221; katanya, saat dihubungi <em>VIVAnews</em>, Minggu, 22 November 2009.</p>
<p>Tanpa reposisi pejabat di institusi penegak hukum, menurut Teten, sejumlah poin rekomendasi lainnya seperti pemberantasan makelar kasus tak dapat berjalan. Demikian pula, jika kasus Bibit dan Chandra yang tak memiliki bukti cukup tetap dilanjutkan.</p>
<p>&#8220;Dari semua poin rekomendasi yang diajukan Tim Delapan, ada dua poin penting yang harus dilaksanakan presiden, karena sangat krusial yakni penghentian kasus Bibit-Chandra dan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat kepolisian dan kejaksaan,&#8221; ujarnya</p>
<p>Menurutnya, tanpa melaksanakan dua poin penting, presiden dianggap tidak ingin menyelesaikan konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian dan Kejaksaan Agung. Presiden gagal melakukan reformasi hukum. &#8220;Tim Delapan dibentuk atas inisatif presiden, kalau tidak dilaksanakan artinya presiden tidak serius dan hanya mengulur-ulur waktu,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Teten khawatir jika presiden akan melempar jawaban atas rekomendasi itu kepada Kapolri dan Jaksa Agung. &#8220;Saya cukup khawatir jika Presiden menyerahkan rekomendasi Tim 8 ke Kapolri dan Jaksa Agung terutama soal kasus Bibit-Chandra,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Presiden akan menyampaikan jawabannya atas rekomendasi Tim Delapan malam nanti, Senin, 23 November. Dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin media massa nasional semalam, presiden mengatakan akan menempuh jalur di luar pengadilan untuk menuntaskan kasus Bibit dan Chandra. Namun, detail penyelesaian itu belum disampaikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/teten-reposisi-kapolri-jaksa-agung-penting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PDIP Tidak Aji Mumpung Kasus Century</title>
		<link>http://www.disiniada.info/pdip-tidak-aji-mumpung-kasus-century.html</link>
		<comments>http://www.disiniada.info/pdip-tidak-aji-mumpung-kasus-century.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 14:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kasus Century]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.disiniada.info/pdip-tidak-aji-mumpung-kasus-century.html</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA,KOMPAS.com- Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menyatakan, PDIP tidak aji mumpung dengan adanya kisruh KPK-Polri dan skandal Bank Century yang bisa merugikan citra pemerintahan SBY.
Inisiasi terhadap hak angket di Komisi III yang dilakukan PDIP juga disebutkan hanya menjalankan amanah rakyat. Dia juga menampik tujuannya untuk meng-impeach pemerintahan SBY.
&#8220;Kita tidak ada aji mumpung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-thumbnail wp-image-485 alignleft" title="pdip logo" src="http://www.disiniada.info/wp-content/uploads/2009/11/pdip-logo-150x150.jpg" alt="pdip logo" width="150" height="150" />JAKARTA,KOMPAS.com- </strong>Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menyatakan, PDIP tidak aji mumpung dengan adanya kisruh KPK-Polri dan skandal Bank Century yang bisa merugikan citra pemerintahan SBY.</p>
<p>Inisiasi terhadap hak angket di Komisi III yang dilakukan PDIP juga disebutkan hanya menjalankan amanah rakyat. Dia juga menampik tujuannya untuk meng-<em>impeach </em>pemerintahan <span id="more-483"></span>SBY.</p>
<p>&#8220;Kita tidak ada aji mumpung. Bagi PDIP ini adalah menjalankan amanah rakyat atas pertanyaan terhadap apa yang sedang terjadi,&#8221; katanya usai diskusi di warung daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (22/11).</p>
<p>Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, katanya, juga sudah merestui sikap anggota DPR dari PDIP meneruskan hak angket terhadap kasus yang sedang menjadi sorotan itu. &#8221;Ini bukan soal Century saja, tapi karena persoalan perbankan. Jadi ibu minta agar jalan terus,&#8221; katanya.</p>
<p>PDIP tidak akan setengah hati dalam memperjuangkan agar kasus Century diusut. Itu pula alasan mengapa PDIP yang mengusulkan atau inisiasi hak angket Century.</p>
<p>Di parlemen, saat ini menurut Ganjar sudah ada 210 wakil rakyat yang setuju hak angket kasus Century. Meskipun jumlah ini bisa berubah karena ada campur tangan partai, dia optimis kemungkinan bertambah juga ada. Sebab, partai juga akan mempertimbangkan reaksi rakyat yang mulai krisis kepercayaan.</p>
<p>Meskipun belum tahu hasil yang akan diraih dari hak angket, setidaknya upaya untuk mengungkap skandal.</p>
<p>PDIP sendiri juga solid. Anggota DPR dari PDIP yang berjumlah 94 orang, 80 di antaranya sudah menyatakan mendukung hak angket. &#8221;Dewan kan punya fungsi kontrol. Kalau semua menurut dan tidak ada yang mengawasi pemerintah apa jadinya. Jadi PDIP hanya jalankan fungsi itu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Di sisi lain, para pemerhati pemerintahan menilai program pemerintahan 100 hari presiden SBY yang meniru-niru pemerintahan ala AS terancam gagal. Sebab pemerintah saat ini dinilai krisis kepercayaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.disiniada.info/pdip-tidak-aji-mumpung-kasus-century.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
